Rabu, 09 Februari 2011

Keunikan hewan peralihan dunia

Pengertian
Hewan Peralihan merupakan fauna yang memiliki ciri khas khusus yang merupakan hewan endemik pulau tersebut, yang tidak ada di pulau lain. Di indonesia persebaran hewan ini berada di wilayah tengah dan timur.

1. Anoa
Anoa termasuk kedalam kerabat sapi, kambing dan kerbau yang tersebar di dunia. Ada 4 jenis hewan yang termasuk kedalam jenis spesies Bubalus yaitu kerbau (Bubalus bubalis/wafer buffalo), anoa gunung (bubalus Quarlesi), anoa daratan rendah (Bubalus depressicornis) dan tamaraw (Bubalus Mindoroensis).

Khusus anoa hanya berada di pulau sulawesi provinsi sulawesi tenggara indonesia. Satwa langka yang dilindungi ini terdiri dari 2 spesies: anoa pegunungan (Bubalus Quarlesi), anoa daratan rendah (Bubalus depressicornis) kedua habitat  hewan ini berada dipedalaman hutan sulawesi.

Anoa daratan rendah (Bubalus depressicornis) dikenal sebagai Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, / Anoa des Plaines (kerbau kecil) ini lebih sulit ditemukan dibandingkan anoa pegunungan. Anoa dataran rendah hidup dihabitat hutan pantai - hutan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl.

Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) disebut juga sebagai Mountain Anoa, Anoa de montagne, Anoa de Quarle, Berganoa, dan Anoa de montaƱa. Anoa pegunungan memiliki postur tubuh yang lebih ramping dibandingkan anoa datarn rendah. Anoa pegunungan berhabitat di hutan dataran tinggi - ketinggian 3000 mdpl  terkadang anoa jenis ini terlihat turun ke pantai untuk mencari garam mineral yang diperlukan dalam proses metabolismenya.


2. Babi Rusa (Babyrousa babirussa) 
Babirusa (Babyrousa babirussa) merupakan hewan langka yang dilindungi. Termasuk kingdom Animalia, genus Babyrousa, dan spesies babirussa. Hewan endemik pulau sulawesi dan sekitarnya ini berhabitat di hutan hujan tropis. Satwa ini terdiri dari 3 subspesies yang bertahan hidup sampai sekarang: Babyrousa babyrussa babyrussa, Babyrousa babyrussa togeanensis, dan Babyrousa babyrussa celebensis serta subspesies yang diyakini telah punah: Babyrousa babyrussa bolabatuensis. Satwa herbivora ini beraktifitas pada malam hari.

3. Bengkarung
Bengkarung Mabuya multifasciata (kadal kebun)  hewan sejenis reptil berkaki 4 yang banyak di temukan pada tanaman berjenis semak. Mangsanya berupa serangga, cacing, cicak, katak kecil dan kadal jenis lain yang berpostur lebih kecil. Persebaran satwa ini luas di wilayah asia.




4. Kuskus
Kuskus merupakan kerabat dari kukang dan kangguru yang termasuk spesies marsupilia (hewan berkantung). Satwa endemik pulau sulawesi dan papua ini terdiri dari 2 jenis: kuskus beruang (Ailurops ursinus) berada di pulau sulawesi dan kuskus berbintik (Spilocuscus Maculatus) berada di papua. Satwa ini beraktifitas pada pagi dan malam hari dengan mengonsumsi buah - buahan.





5. Komodo
Komodo di sebut sebagai biawak komodo (Varanus komodoensis) merupakan kadal reptil terbesar di dunia.Habitat satwa ini berada di pulau komodo, flores Nusa Tenggara Timur. Komodo ditemukan oleh peneliti pada 1990 dan menjadi satwa yang dilindungi, karena jumlahnya sedikit. Dengan mendire\ikan 3 Taman Nasional yang berada di pulau besar: komodo, rinca dan padar serta pulau kecil di sekitarnya. Sebagian besar berupa savana. Satwa ini termasuk jenis karnivora yang buas waspadalah terhadap liur dan gigitannya karena mengandung bakteri yang dapat menyebabkan kematian.


6. Burung Maleo
Burung Maleo Senkowor/ Maleo (Macrocephalon maleo) sejenis burung gosong berukuran sedang. Merupakan satwa endemik kepulauan sulawesi provinsi sulawesi tengah. Habitat satwa ini berada di hutan pegunungan dan hutan pantai. Keistimewaanya terletak pada ukuran telur yang lebih besar dari pada telur ayam biasa dan kemampuan terbang setelah menetas yang berbeda dari kebanyakan unggas.




7. Tamaraw
Tamaraw (Bubalus Mindoroensis) kerabat sapi, kambing dan kerbau yang hanya terdapat di pulau mindanau filiphina. Satwa ini terisolasi di hutan pegunungan pulau mindanau sejak zaman purba. Satwa ini merupakan hewan yang dilindungi di Taman Nasional Gunung Iglit Baco dan Aruyan. Tamaraw merupakan hewan asli filiphina yang terbesar. Satwa ini berhabitat di dataran tinggi hutan tropis pegunungan yang tak jauh dari sumber air. Yang sangat menyukai wilayah bersemak dan rumput di area hutan yang terbuka, karena  makanan favoritnya berupa rumput, dedaunan muda, dan bambu-bambu muda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Translate

Cari Blog Ini

Memuat...

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini